Akibat Terjatuh dari Peranca, TKI asal Lamongan Wafat

1551
Foto : Nurul Luqman (23 th), TKI Malaysia asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, kabupaten Lamongan, Jawa timur, wafat akibat terjatuh dari "Peranca" saat bekerja.

Bengawanpost.com, Lamongan – Pada Sabtu (25/02/2017), Nurul Luqman (23 th), asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa timur, salah satu TKI yang bekerja di Malaysia wafat akibat terjatuh dari “Peranca” (tangga bangunan) saat kerja.

Alim P, saudara yang juga teman kerja Luqman di Malaysia mengatakan, sebelum Luqman terjatuh dari atas peranca, ada salah satu teman yang bekerja bersama Luqman di bangunan tersebut mengetahui jika Luqman akan terjatuh dari atas peranca.

“Teman kerja tau Luqman akan jatuh, namun belum diperingatkan, Luqman sudah terjatuh dari peranca hingga tak sadarkan diri. Kemudian korban dilarikan ke rumah sakit terdekat (Hospital Sungai Buloh),” kata Alim yang sudah di Lamongan mengabarkan ke keluarga.

Akibat kecelakaan tersebut, Luqman tidak sadarkan diri hingga satu minggu. Robet SS yang juga teman dekat kerja Luqman juga menuturkan bahwa, akibat terjatuh dari atas peranca tingkat 2 tersebut, tulang rusuk bagian kiri patah dan terjadi pendarahan pada kepalanya, sehingga harus dilakukan operasi pada tulang rusuk dan kepala luqman.

Keesokan hari setelah Luqman dioperasi, lanjut Robert menceritakan. Luqman sempat sadarkan diri hingga tiga hari lamanya, tapi tidak lama kemudian, kondisi Luqman mulai kritis kembali, hingga pada Sabtu, jam 13.00 wib, Nurul Luqman menghebuskan nafas terakhirnya.

Hal ini tentu menyita banyak perhatian TKI di Malaysia, khususnya warga Desa Payaman yang bekerja di Malaysia agar lebih mengutamakan keselamatan saat bekerja.

Kabar selanjutnya, Jenazah Luqman akan dibawa pulang pada hari Senin, mengingat masih dalam proses pengurusan administrasi pemulangan ke Indonesia di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sementara itu, Fathur R. selaku teman korban juga menyampaikan, dengan meninggalnya Nurul Luqman, TKI asal Lamongan ini menambah deretan panjang nasib tragis yang dialami oleh beberapa TKI, karena selama ini tidak ada perhatian dari perusahan dan Pemerintah RI.

“Tragis benar nasib Lugman, karena selama proses perawatan, korban tidak didampingi perusahaan yang memberangkatkan korban. selain itu, Pemerintah RI juga tidak ambil peduli dengan nasib TKI yang mengalami kecelakaan kerja di Malaysia,” tandasnya.

Fathur R, pria yang akrab dipanggil cipek ini menambahkan, bahwa selama proses perawatan tidak ada pihak lain yang membantu hanya keluarga dan teman, serta informasi dari dokter yang kadang membingungkan. hal ini memperlihatkan bahwa pemerintah NKRI masih kurang begitu peduli dengan nasib TKI yang mengalami kecelakaan kerja. *[Bp]

LEAVE A REPLY