Akhir Tahun 2016 Diperkirakan Ada 10 Juta Tenaga Kerja Asing Tiongkok

458
Foto : Emilia C (Anggota DPD RI) dalam serap aspirasi di Bojonegoro

Bengawanpost.com, Bojonegoro Sinergitasnya dari semua pihak terhadap penegak hukum dan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat diperlukan, sehingga mampu menjaga negara ini tetap bersatu dan tidak goyah oleh serbuan tenaga asing.

Hal ini seperti disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Jawa Timur, Emilia Contessa, dalam lawatannya di Kantor Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (05/08/2016).

Menurut Emilia Contessa, bahwa sampai akhir tahun ini akan ada serbuan tenaga kerja asing dari Tiongkok yang jumlahnya hingga 10 juta orang. Sehingga, diperlukan berbagai kebijakan khususnya untuk melindungi tenaga kerja lokal.

“Terkait dengan tenaga kerja asing tersebut, maka diperlukan pengawasan oleh pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, mengatakan bahwa saat ini memang diperlukan kerjasama oleh semua pihak dalam mengawasi tenaga kerja asing khususnya di Bojonegoro.

“Sebab negara bisa berbahaya jika tenaga kerja asing itu tidak terkontrol,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, diperlukan sistem yang mampu memantau tenaga kerja asing di Bojonegoro. Agar dapat berkoordinasi tentang keberadaan tenaga kerja asing ini, karena selama ini tidak ada data pasti tenaga kerja asing tersebut.

“Filter tenaga asing ini hanya ada di Imigrasi Surabaya, mungkin di Bojonegoro juga perlu ada Imigrasi, agar mampu memantau dan mendata jumlah tenaga asing di Kabupaten ini,” pungkasnya.

Hadir di acara dalam rangka menggali Informasi dan Aspirasi tentang keberadaan tenaga kerja asing diantaranya Kepala Disnakertransos, Adie Witcaksono, Kepala Bakesbangpol Linmas, Kusbiyanto, Perwakilan dari EMCL serta Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA). [Bp]

LEAVE A REPLY