4 Bulan Eksplorasi Potensi Bojonegoro, Bekraf Diminta Gelar Pameran

303
Foto : Bupati Bojonegoro, Kang Yoto saat menerima kunjungan Tim IKKON tahun 2017 dari Bekraf RI, Selasa (11/072017).

Bengawanpost.com, Bojonegoro – Dalam rangka pengkajian potensi lokal Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 16 anggota Tim Inovatif dan Kreatif Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2017 dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia mengunjungi Kabupaten Bojonegoro. Rombongan ini diterima oleh Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, dilantai 7 Gedung Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (11/07/2017).

Adapun Pejabat Bekraf yang turut hadir, yakni Mizan Allan De Neve selaku Steering Committee IKKON 2017, dan Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri. Serta tampak hadir pula 12 divisi Bekraf, mulai Divisi Fashion, Desain Produk, Desain Interior, Komunikasi Visual, Arsitektur, Tekstil, Fotografer, Videografer, Spesialis Media, Antropollogi, Bisnis Advisor, dan Field Manager.

Dalam sambutannya, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppy Savitri menjelaskan, bahwa IKKON merupakan upaya pemerintah dalam rangka memajukan daerah. Dituturkan Poppy, sebelumnya Bojonegoro tidak termasuk dalam rencana IKKON. Kemudian Bapenas memasukan Bojonegoro bersama Banyuwangi, Banjarmasin, Belu dan Toraja Utara kedalam daerah garapan program IKKON pada tahun 2017 ini.

“IKKON ini adalah bagaimana membangun daerah – daerah yang 3T. Yakni Terdepan, Terluar dan Terbelakang. Karena pemerintah menyadari betul bahwa banyak daerah yang memiliki potensi namun belum tergali, maka Bojonegoro bersama Banyuwangi, Banjarmasin, Belu dan Toraja Utara pada tahun 2017 dimasukkan IKKON,” ujar Poppy Savitri.

Poppy Savitri menambahkan, bahwa Timnya akan melakukan survey kajian dan lain sebagainya selama 4 bulan di Bojonegoro melihat semua produk lokal Bojonegoro, Adapun sistem yang akan dibangun adalah dengan kolaborasi sehingga kedua belah pihak akan semakin kaya pengetahuan yang didapatkan.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Kang Yoto berpesan kepada seluruh anggota Bekraf yang akan melakukan pengkajian potensi lokal di Bojonegoro agar menyentuh semua pihak. Assessment lebih dalam berdasarkan potensi yang sudah ada, bahan baku dan kualitas sumber daya manusia yang banyak di Bojonegoro.

Bupati mencontohkan industri kasur lantai yang ada di wilayah Baureno yang memerlukan sentuhan kreatifitas. Tak hanya industry, hal lain yang bisa dikaji oleh Bekraf adalah Sektor Kerajinan, dan Agro Wisata di Bojonegoro. Diantaranya Gerabah Malo, dan Agro Wisata Belimbing yang ada di Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu.

“Banyak peluang di Bojonegoro bisa dikaji oleh Bekraf, baik itu yang berbasis sekolah maupun lain sebagainya. kita harus bisa membidik sesuatu yang akan memiliki nilai yang amazing,” ucap Kang Yoto menjelaskan.

Masih dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan menyambut baik kehadiran Tim IKKON Bekraf di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan potensi lokal di Bojonegoro.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, bahwa saat ini sektor UMKM di Bojonegoro meningkat sangat signifikan. Padahal Bojonegoro dulunya adalah daerah miskin di Jawa Timur, tepatnya tahun 2008 kita masuk 3 besar daerah termiskin. Namun ditahun 2016 ini, Bojonegoro berhasil keluar sebagai 10 daerah miskin di Bojonegoro.

“Untuk mengembangkan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro melakukan beberapa upaya salah satunya mendorong terciptanya pengusaha – pengusaha muda yang memiliki ide kreatif di berbagai sector,” jelas Kang Yoto.

Bupati Kang Yoto juga berpesan agar setelah kajian IKKON ini, bisa digelar pameran hasil produk – produk Bojonegoro yang sudah di survey. Pameran ini bisa dilakukan beberapa kali tidak hanya diakhir di masa kajian.

“Kita akan berkolaborasi dalam menggerakkan potensi lokal di Bojonegoro,” tandas Bupati dua periode ini.

Selanjutnya usai pertemuan ini, Tim IKKON Bekraf akan melakukan kunjungan di 3 titik sasaran. Yakni Kecamatan Bubulan, Temayang dan Kecamatan Gondang, kemudian di beberapa wilayah di Bojonegoro. *[Bp]

LEAVE A REPLY